Manfaatkan Momentum

?Manfaatkan Momentum

By Jamil Azzaini 

Saat kuliah dulu, saya mengidolakan seseorang. Ia alumni IPB, seorang pebisnis sekaligus konsultan. Saya pernah bertanya kepada beliau, “Mengapa bisnisnya tidak dikembangkan di tempat lain?” Ia menjawab, “Hidup itu perlu bersyukur, tidak boleh serakah, satu saja cukup lagian ngapain kita bersusah payah. Kalau kebanyakan nanti susah ngurusnya dan bisa bangkrut.”

Saat pertama kali saya mendengar jawaban itu, saya kagum dan berbisik dalam hati, “Orang ini tawadhu dan tidak serakah.” Namun setelah beberapa saat merenung, saya melihat kalimatnya itu bercampur aduk, ada kata yang baik dan positif tetapi ada kata yang berkesan menyerah sebelum bertanding.

Dan beberapa tahun kemudian, saya berjumpa dengan lelaki idola saya itu. Kata-kata yang keluar dari mulutnya kebanyakan keluhan, sumpah serapah, dan cerita tentang betapa beratnya kehidupan dan bisnis yang dijalaninya. Satu-satunya bisnis yang ia punya pun hidup segan mati tak mau, hanya sekedar cukup untuk biaya operasional dan menggaji karyawan. Ia tak menikmati hasilnya.

Ternyata momentum itu penting. Saat Anda punya kesempatan untuk mengembangkan bisnis maupun karir Anda, kembangkanlah seoptimal mungkin jangan mudah puas apalagi mudah menyerah. Kita memang perlu “serakah” dalam berbuat kebaikan apalagi mengembangkan sesuatu yang ada dan sudah kita miliki. Jangan bungkus ketakutan Anda dengan kata-kata positif yang tampak baik padahal itu menjerumuskan.

Saat Anda menjadi pemimpin atau karir Anda sedang melesat, manfaatkan momentum itu untuk membuat banyak prestasi, menciptakan tantangan-tantangan baru dan berani melakukan terobosan yang belum dilakukan pemimpin sebelumnya. Jangan mudah menyerah apalagi mengumpulkan ketakutan di dalam pikiran dan hati Anda.

Manfaatkan momentum apabila Anda ingin melesat melebihi yang lain, apalagi di era distruptif saat ini. Perubahan begitu cepat, momentum pun bisa hilang dalam waktu singkat. Memanfaatkan momentum caranya dengan action yang memberi impact besar. Segera bertindak, mulai sekarang. Go… Go… Go!

Share/Save
Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan

Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan

DULU, di Madinah, tidak terlalu jauh dari masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama :Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.

Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah, dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Di waktu waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya, dan rakyat Medinahpun terpaksa harus tetap membelinya. karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering. 

Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata, “kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga”. Seorang sahabat nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya, dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.

Tetapi Usman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma, “aku akan membeli setengah dari sumur mu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya” Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan. 

Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki. Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari kesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi. Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Usman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya. Tentu saja Usman harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya. 

Hari ini, sumur tersebut dikenal dengan nama Sumur Usman, atau The Well of Usman. Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara di dunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu, dan pendidikan. Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua di dunia atas nama Usman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang di saat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun (atau setara 200 Milyar pertahun) 

Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa? 

Karena visinya terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia. Sedangkan visi dari Usman Bin Affan adalah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan.

 Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati. 
Masya’ Allah

Terapi Mengatasi Gula Darah

“Terapi Mengatasi Gula Darah”
(Muhammad Zahroni di Madinah Munawwarah)

Aku dapati penyakit diabetes yang aku derita mencapai 500 mg. Lalu stlh 1 bln lakukan diet ketat dan olah raga, gula darahku turun jd 300 mg (keadaan tdk puasa) dan 200 mg (puasa). Tdk terlalu signifikan.

Lantas aku putuskan utk konsumsi minyak zaitun. Suatu hal yg luar biasa terjadi, stlh 3 hari konsumsi Minyak Zaitun, gula darahku turun jadi 180 mg, atau turun sktr 100 mg (dr kondisi awal). 3 hari  berikutnya, turun jadi hanya 93 mg (tdk puasa). Stlh mengetahui semua hasil ini, timbul bbrp pertanyaan, Apkh minyak zaitun pengobatan smntr, atau si pasien harus terus mengkonsumsinya?

Apkh minyak zaitun mampu memompa kinerja pankreas lbh baik? Atau minyak zaitun hanya menyerap kadar gula berlebih dlm darah?

Atau ia mampu bantu enzim insulin utk masuk terserap ke dlm sel?

Tapi fakta yg paling penting, kadar gula darah benar2 turun.

Nah, dosisku utk konsumsinya :
– Dua sendok mkn sblm tidur,
– Dan dua sendok mkn stlh bangun tidur.
Dr hasil penelitianku ternyata yg terbaik adlh konsumsi saat stlh bangun tidur.

Hasil penelitian ini aku tulis stlh bbrp bln kmdn, dan alhamdulillah slma itu kadar gula darahku tetap normal.

Aku pun melakukan penelitian thd bbrp org pasien, yg meñghasilkan sebuah kesimpulan positif yakni :

1. Bhw tubuh manusia ber-beda2 dlm merespon minyak zaitun, ada yg langsung menurun (gula darahnya) 100 mg pada hari pertama, namun ada pula yg menurun setelah 3 hari. Tapi hasilnya sgt baik.
2. Mayoritas mengatakan telah sembuh organ dalam mrk, terutama pankreas.
3. Tanda2 diabetes mrk menurun drastis bhkn hilang, spt rasa panas dingin di tapak kaki ketika malam hari, atau seringnya buang air kecil.
4. Bbrp teman mulai meninggalkan obat2an dokter.
5;. Tdk seorangpun mengeluh efek samping buruk dr minyak zaitun. Dan ini merupakan nikmat dr Allah.??

Seminar Prof. Hassan Syamsi Basya.
_Minyak Zaitun = Olive Oil

Ayooo kita coba para diabetans_.

Silahkan dishare agar banyak orang yg sembuh dr diabetes.
Wassalam

Tanzil – Quran

Jalan Islam

Zekr